Thursday, July 2, 2026

Pendidikan Masih Jelek

 Sebenernya gua di posisi yg kontra ya, Nadiem jadi Menteri Pendidikan. Karena, ya banyak yg lebih pantes aja, sudah berkecimpung bertahun-tahun di sana. Yg buktinya? Pendidikan di Indonesia kebanyakan masih jelek. Kesejahteraan guru jg banyak yg masih sgt buruk. UKT juga semakin menyiksa, nyari kerja yg layak jg susah.

Tp coba bayangin lu lulus susah dapet kerja karena di Indonesia industrinya belum segitu berkembang... Trs lu bikin usaha yg ternyata meledak... Trs pelan-pelan bisa lu kendalikan lepas, trs lu jadi PNS. Sambil sekali-kali nengok bisnis-bisnis lu. Trs tiba-tiba selesai masa bakti lu jadi koruptor?! Itu kan kacau bgt!

Makanya gua males jadi PNS tuh gitu... ketika lu jadi PNS, benar-benar pintu neraka terbuka lebar. Tinggal ngelangkah tipis-tipis atau kedorong tipis-tipis. Yg aslinya lu masuk bersih! Diharapkan jadi gebrakan, tp malah jadi korban. Kerja di pemerintahan lah in general, kasus kayak gini kalau dibiarin makin busuk negara kita. Kalau diabaikan, ya suram masa depan kita, anggepannya status ekonomi sosial naik, tp akhirat gak dpt.

Ini sebenernya sebelas duabelas dgn kasus Menag yg dlu masuk penjara yg skrg sudah almarhum. Beliau tidak hadir di rapat yg dituduhkan jd alasan kasus beliau masuk penjara, bahkan ttd aja nggak. Cuma versi lebih abu-abu karena Nadiem emang terkenal boros. Tapi ya lu bandingin aja sama MBG? Yg 25T sebulan... Yg 225T setahun ajaran, itu kalau Nadiem masuk penjara semua yg terlibat MBG termasuk Prabowo-Gibran harusnya masuk penjara dong? Ini juga mirip sama kasus gula kemarin, kasusnya sama persis tp Zulhas gak diperkarakan. Ini sorry to say, kalau Nadiem bener2 dipenjara 10 tahun dan denda, dengan tuduhan merugikan negara... Prabowo-Gibran harusnya dipenjara jg ratusan tahun dan denda triliunan. Zulhas jg hrsnya diperkarakan, kalau nggak lu namanya tebang pilih. Prabowo-Gibran jauuuuh lebih merugikan negara, apalagi sama Jokowi. Yg saya tidak habis thinking, guru dibilang beban negara. Lu lu pada beban negara dan generasi-generasi selanjutnya... Satu bayi lahir langsung nanggung utang negara yang jumlahnya besar. Demi apa? Cuma demi kalian jalan-jalan keliling dunia. Putin aja yg lebih kaya dari lu nggak keliling dunia melulu. Mana apa? Gak ada hasil konkrit apa-apa malah entitled minta dijamu sekeluarga, sampai ada mahasiswa yg meninggal kecapekan dampingi. Lu tau Hatta ke Papua aja nggak mau dijamu, duit negara dibalikin. Lu pada beban, DPR sama pemerintah lah in general Prabowo Jokowi sgl. Damai sentosa udh kalian gak digaji.. gak ngemis2 utang yg dibalut investasi asing. Ini bukan masalah keliling dunianya atau Indonesia, tetap bisa sederhana naik kelas biasa kayak pejabat Singapura kecuali lu udh reses, tp gmn lu motong2in anggaran LBH, Dana Pendidikan, dll yg bikin pendidikan dan keadilan makin sulit terjangkau tp kamu cuek-cuek aja, yg harusnya mah ditambah suntikkan dana. Pembodohan sistemik, demi program jelek org2 disuruh dipaksa kredit kena jebakan utang. Dipaksa makan yg belum tentu sesuai kebutuhan mereka dan mempertimbangkan sensitivitas/kandungan alergen, yg jd masalah adalah maksa.

To be fair, mari kita bandingin sama Finlandia, di sana early education ngutamain perilaku kalau di kita akhlak sebelum ilmu, nilai gak begitu memengaruhi kelulusan tapi kalau mereka kelakuannya baik itu udah KKM anggapannya. Sedangkan di kita? Anak SD pada ngomong kotor, kasar, jorok. Trs gaji guru dgn biaya segitu, pendapatan bersaing, sgt relatif bagus. Dan yang terakhir di tingkat kuliah mereka mengutamakan kesehatan mental mahasiswa-mahasiswinya, nilai teori misal mtk, fisika, dll bukan penentu karena ada praktek yg sangat berguna di dunia luar nanti. Sedangkan di kita? Banyak dokter yg depresi berat... underpaid, underappreciated, di-bully, di-intimidasi, padahal udah belajar keras dan bayar mahal yg akhirnya mungkin hilang akal sehat... dan nekat...

"HAI RAKYAT MARI KITA TOTALITAS MAKSIAT!" sudah merebak perzinahan (pelacuran, perselingkuhan) efek samping laki-laki tidak bisa jadi pelindung dan menafkahi dgn baik, pasar tenaga kerja krg baik, baik perempuan dan laki-laki tidak dibekali skill yg relevan, ayo sekalian kita makan yg syubhat, riba, kita biarkan judi merajalela (karena minim kerjaan yang halal yang layak jd banyak yg ngarep uang kaget)... Kemiskinan merebak? Bodo amat. Yg penting gua makan mewah, jalan-jalan, sambil nonton kalian semua sengsara gadai ini itu demi tahun ajaran baru, tenggelam, pada stres semua karena tekanan ekonomi dll HAHAHA. Kalian tuh bodoh, kalau gak protes, yg kaya bukannya melindungi merangkul si miskin... Tapi kalian ini rakyat biasa dan si miskin dieksploitasi oleh mereka. Bikin proyek2an buat mereka bagi2 kue. Bikin KUR sok peduli usaha kecil padahal diperes, pemodal duduk manis makin kaya, kalian bertarung konflik horizontal di bawah nyari duit yg gak ada untuk bayar utang... Anggap bunga rendah, tapi kalau uang beredar cuma sekian dan kalian dikumpulin total harus bayar sekian plus bunganya, gak akan lunas-lunas. Bodoh kalian kalau gak mau tau, abai, uang beredar di bawah makin sulit karena judi riba, korupsi merebak, semua kena... Tapi pasti gua yg "ditimpuki" karena menyatakan kebenaran, "udh sih jgn menyalahkan pemerintah mulu" bukannya makasih, tercerahkan, ada aja pasti, yg seperti ular 🐍 ucapannya diam-diam nusuk berbisa atau yg berlomba-lomba menjilat.

Sumpah ini surem bgt generasi ke depan
Mau kuliah UKT melonjak
Nyari kerja yg gajinya layak susah
Kerja di pemerintahan korupsi
Milenial jg banting tulang cuma buat bayar sekolah anak, untuk pekerjaan yg tidak ada di masa depan, jadi pelayan rakyat jg terancam kalau bersih disingkirkan disisihkan kalau ikut-ikutan kecipratan korupsi

No comments:

Post a Comment

About Me

My photo
South Tangerang, Banten, Indonesia
Do you know, how many stars in the sky? Do you know how many flowers in this universe? I don't know. But alone, or together they are awesome. I want to be like them.