Showing posts with label Books. Show all posts
Showing posts with label Books. Show all posts

Saturday, May 1, 2021

As-Shidiq

Kalian tau nggak si kalo salahsatu gelar yg diberikan kepada Nabi Idris AS adalah as-Shidiq

Yaitu orang yang jujur orang yang benar

Dan aku abs baca ternyata as-Shidiq ini tingkatannya di atas as-Syuhada, māsyaAllah

Thursday, February 27, 2020

Buku yg Terakhir Aku Tamatin

Kayanya buku terakhir yang bener2 aku tamatin tuh Diseases of The Heart & It's Cure by Ibnu Taymiyyah deh. Itu bagus deh bukunya salah satu buku yang nemenin aku di masa-masa trauma ku. Setelah itu ntah kenapa rasanya buku yang lain kaya bosen gtu... I can't really detach from it. And somehow I carried it everywhere I go.

Sunday, February 26, 2017

Bahagia adalah Kunci Sukses


Kebahagiaan dapat meningkatkan kinerja dan memaksimalkan potensial kita menurut "The Happiness Advantage" yg ditulis oleh Shawn Achor (Harvard University) 😋

Lupa denger dr mana... Tp emang ilmu itu lebih mudah masuk ketika bahagia/excited. Kalo nggak gtu, kita seperti gelas kosong yg pake penutup, dan ketika ilmu dituang eh terhalang mau masuk 📚

Achor menyebutkan bahwa kita hrs berusaha melatih otak kita untuk lebih positif biar dapet "The Happiness Advantage" itu... Salah satunya dengan bersyukur 🙏

🌸How to train our brain to be more positive?🌸
Beliau merekomendasikan 5 kebiasaan untuk dilakukan selama 21 hari berturut-turut yg bisa bikin kita merubah lensa kita dalam memandang hidup ini, jd bikin lebih positif, trs bikin lebih sukses deh... Yaituuu:
1) Catet 3 hal yg kamu syukuri setiap hari 🐣🐣🐣
2) Jurnal atau ceritakan kejadian yg membuat kamu belajar (tambah ilmu) atau kejadian positif 24 jam terakhir 📝
3) Olahraga🏃💪
4) Meditasi🙏💭
5) Lakukan kebaikan acak setiap hari entah bantuin nyebrang, kirim pesan terimakasih ke seseorang, dll. Terserah aja bahkan sekecil apapun itu setiap kebaikan itu berharga💖

Lebih lanjut, mungkin bisa liat TED Talks ini:



Di situ diceritain, umumnya kita mikir, buat bahagia kita hrs sukses. Kenyataannya, kita ngejar sukses gak berhenti-berhenti, sukses mencapai target A, kita naikin lg target kita, sukses mencapai target B, kita naikin lg... Dan gitu terus ngejar sukses... Ampe gak bahagia2.

Contoh real-nya sukses masuk perguruan tinggi, sukses wisuda, trs lanjut lagi... kapan kerja? kapan nikah? kapan punya anak? kapan plesir pensiun? kapan punya cucu? gitu terus gak abis-abis...

Gimana kalo mindset-nya dibalik? Bukan sukses yg bikin bahagia. Tapi bahagia yg sebenarnya mengarahkan kita ke berbagai kesuksesan-kesuksesan. Atau bersyukur lebih tepatnya :)

Monday, April 25, 2016

Jurnal Harian

jour•nal: a daily record
Kali ini gue mau cerita tentang jurnal harian gue. Jadi, semenjak hari selasa tanggal 6 oktober 2015, gue mulai (mencoba) rutin menulis jurnal harian. Sebenernya dari dulu si pengen. Cuman istiqomah dan konsisten itu sulit yah.

Waktu SD gue pernah curhat di buku binder kecil yg hits jaman dulu tea, nggak rutin, cuman curhat tentang cowo gitu (halah) trs udah nggak gue urusin lagi itu binder, dan suatu hari, itu kertas file copot dan disapu ama emak gue (entah gimana ceritanya lupa) terus dibaca kakak gue... terus gue diledekin abis-abisan -_- semenjak hari itu gue rada males punya buku diary isinya rahasia-rahasiaan (elaaah ntr juga ketahuan). Dan waktu SD gue pernah nggak sengaja baca kertas/buku gitu di rumah temen gue, isinya "aku sebel sama arum/amel (lupa)... bla bla bla" dan itu sakit banget sumpah. Gue pura2 gak tau, gue pulang, sok pendiem dan sok-sok gak nafsu makan (tapi akhirnya tetep nafsu makan). Dan belajar dari situ, gue gak mau bikin jurnal rahasia2an dalam hal cinta-cintaan, maupun sebel-sebelan, pasti ketahuan, dan gue tau rasanya orang yang disebelin (walaupun diam-diam), sakitnya tuh disini *nunjuk jantung*.

Terus waktu SMP gue nulis jurnal, isinya nomor hape, tanggal ultah temen, lirik lagu dari hunter x hunter sampe lagu barat, curhat gue salah nyapa orang, curhat drama korea. Nggak rutin juga. Dan itu sampe SMA masih banyak yang kosong. Btw, itu ngebantu banget soalnya gue suka lupa ultah temen. Terus gue suka nonton drama korea dan seru dan gue nggak tau mesti cerita sama siapa. Jadi... ITU NGEBANTU BANGET.

Terus waktu SMA, nah kalo gak salah mulai lah gue ngejurnal di internet (di sini :) muach). Isinya curhat kalo gue lagi sebel dengan beberapa part yang disensor (nama karakter, dll), lagu yang gue suka, korea2an yg gua suka, baper-baperan, dll. Tapi semenjak kuliah fakir internet gitu. PR banget lah, secara ngeblog kan butuh internet.

Sebenernya sebelum SD juga gue udah suka corat coret buku gitu (udah suka ngomong sendiri TT TT suka berimajinasi suka banyak yg dipikirin) ya gitulah, tp waktu kecil gue bukan nulis melainkan gambar-gambar cewe gitu tapi tanpa leher trs rambutnya kaya nanas (kata kakak gue... sakit. TT.TT) gambar gue mah apa atuh. Secara gue masih kecil, belom bisa gambar dan nulis yah.

Wednesday, May 15, 2013

Lagi Bete

Nggak tau kenapa...
Feeling bilang si karena udah lama nggak baca... entah komik... novel... koran sekalipun... bahkan nonton tv jarang... rasanya otak teriak-teriak, minta di recharge. Pengen bgt dibuat wide open lah kalo kata gotye.

Rasanya isolated banget guaaaaa please.

Udah lama banget nggak ngerasain perpustakaan yang atmosfirnya udh nerima gua banget, yang reachable, yg judgeless... Gua nggak suka banget perpus yg dimana kalo masuk situ lu dianggap anak rajin. Geek bukan berarti nerd kan?

Nyadar nggak gua jarang ngepost akhir2 ini? Ya karena gua udah jarang baca... paling baca TL twitter atau news feed facebook. Yang nggak bener2 berasa baca.

I need holiday
Free time
Me time

I crave books
I crave news
I crave unformal knowledge

Ilmu yg didapet tdk disertai dengan beban... Ilmu yg bisa kita didapetin tanpa perlu dites di akhir pencarian ilmu itu.

asdfghjkl BAD MOOD

Saturday, April 13, 2013

Mengenai Sistem Pendidikan dan Kita

Setelah udah lumayan lama nggak nge-update blog, tolong dimaklumi post kali ini akan lumayan panjang... Ahaha.

So, here we go~

Akhir-akhir ini isu mengenai ada sesuatu yang salah dengan sistem pendidikan yang ada sekarang ini mulai terangkat. Berikut beberapa berita yang berhasil saya kumpulkan mengenai isu tersebut...


#1 Dari Deddy Corbuzier (Public Figure, Magician, Talk Show Host, etc.)

Penjelasan singkat:
Menurut Deddy, sekolah hanya mengarahkan murid untuk menjadi guru dalam artian guru ingin murid menjadi sepandai gurunya. Guru matematika ingin muridnya pintar matematika, begitu juga guru-guru yang lain. Apabila ada 12 mata pelajaran, maka siswa dituntut untuk menguasai semua mata pelajaran tersebut dengan baik, padahal tidak ada manusia yang sempurna. Lha wong gurunya juga hanya expert pada satu bidang studi saja, kok siswanya dituntut untuk menguasai semua. Apabila ada anak yang mempunyai nilai bagus di mapel kesenian sedangkan nilai matematikanya jelek maka banyak orang tua yang justru mengarahkan anaknya untuk les matematika dibanding les seni. Potensi yang dimiliki anak justru dimatikan hanya untuk mengejar mapel yang mungkin tidak disukai anak. Sebaiknya anak les seni sedangkan matematika dibantu hanya untuk mencapai nilai secukupnya.


#2 Dari Erica Goldson (Valedictorian: Orang yang menyampaikan pidato saat kelulusan dikarenakan ia mendapat prestasi terbaik)

Penjelasan Singkat:
Erica memang adalah siswi terpandai di sekolahnya. Ia memang selalu mendapatkan nilai terbaik dan seharusnya bisa bangga dengan dirinya saat mengucapkan pidato tersebut. Namun setelah direnungkan, ia mengakui bahwa dirinya tidaklah lebih pintar dari teman-temannya.

Selama ini Erica hanya menjalankan apa yang diperintahkan padanya. PR, ulangan, dan aturan sekolah. Ia hanya mengikuti aturan tersebut begitu saja agar ia terhindar dari hukuman, tidak lulus dan formalitas lainnya. Kenyataan ini mungkin menunjukkan betapa rajin dan tertibnya Erica. Setelah ini ia akan lulus, mendapatkan ijazah dan siap bekerja.

Namun Erica adalah seorang manusia yang berpikir dan mencari pengalaman hidup, bukan pekerja. Dalam pidatonya, ia tampak menyesali karena semasa sekolah ia merasa tidak 'hidup'. (Selengkapnya: http://www.vemale.com/inspiring/lentera/21461-apakah-anda-belajar-untuk-lulus-atau-belajar-untuk-kehidupan.html)


#3 Dari Kelley.Katzenmeyer@gmail.com (pembuat film dokumenter koreanhighschool)

Penjelasan singkat:
Dalam enam puluh tahun yang singkat, Korea Selatan berubah dari salah satu negara termiskin di Asia menjadi negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar ke-13 di dunia. Beberapa pelajar Korea diantaranya memiliki skor test tertinggi di dunia, dan tingkat penerimaan yang tinggi untuk memasuki American Ivy Leagues dibandingkan dengan pelajar dari negara asing lainnya. Namun, Korea juga memimpin dunia dalam dua cara-yang tidak begitu menakjubkan tingkat tertinggi operasi plastik per kapita, dan tingkat bunuh diri yang lebih tinggi daripada negara-negara maju lainnya.

Jadi... Seperti apa kehidupan para pelajar Korea? Dalam salah satu masyarakat yang paling kompetitif di dunia, bagaimana seseorang menemukan tempat mereka? Apa yang dibutuhkan untuk mencapai aspirasi dan gol mereka? Film dokumenter kami akan memperlihatkan kehidupan lima pelajar korea diambang keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai mimpi mereka. Film ini akan mengikuti pelajar-pelajar tersebut dalam masa-masa paling stress dalam hidup mereka- tahun terakhir sekolah menengah mereka. Setelah belajar selama sekitar enam belas jam setiap hari, masa depan mereka melebur menjadi satu ujian terakhir. On November 10th, 2011, thousands of high school seniors will take a nine hour test that for many, will determine their economic and social status for the rest of their lives.

(Kondisinya nggak beda jauh sama kondisi di sini kan? pertumbuhan ekonomi negara kita juga iwaw lhoh, di sini kita juga pake penentuan dengan nilai UN doang untuk hari kelulusan lhoh tercetak abadi di ijazah sampai akhir hayat, skor test dan tingkat penerimaan di sekolah-sekolah luar negeri kita juga lumayan tinggi lhoh, lamanya jam sekolah kita dari subuh sampe hampir maghrib lhoh nggak kalah ngeri, dan kalo di Indonesia tanpa libur musim panas dan dingin pula kaya mereka.. tapi di Indonesia ada libur puasa dan lebaran si.. Tapi tetep aja tjoooy!!! Bisa kalee bikin film dokumenter di sini juga---ga ada yang minat ya? yaudah lah)

*edit skrg 2017 UN udh gak jd syarat kelulusan dan ada UN perbaikan segala

#4 Dari Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

(lebih lanjut: https://indonesiamengajar.org/kabar-terbaru/pendidikan-sebenarnya)

Friday, May 11, 2012

I Believe


I believe... When you are not with me there are no stars in the sky.
I believe... The way back to you will feel a little far.
I'll carry all those memories deep inside me.
I'll feel pain, it'll make tears fall.

When I won't cry you will leave me
With no change and no tears.
Someday again the tears will come around
You know it
I'll believe that you are waiting.
I do it for you.

I believe... It'll hurt me to see, you can't cry.
I believe... My tears will fall, you should turn back to me again.
Again I'll glimpse you come into my sight
And it'll make my tears fall.

When I won't cry you will leave me
With no change and no tears.
Someday again the tears will come around
You know it
I'll believe that you are waiting.
I do it for you.

Before I knew you, the world was dazzling.
From that sky I got left with tears.
I will care for that person.

You are the only reason...
To me the wait gives me enough happiness.
Love is the only reason...
As days pass by,
If you forget the way, I'll be waiting
I do it for you.
I do it for you.


Friday, November 18, 2011

For People Who Fill Parts in My Heart

Do you know? Why there are somepeople who smile eventhough sad inside?
Because, if they let their tears comes out, may be it'd hard to stop it..

But sometime, it's a yes, each tears can't be replaced by any words or act ...


Everything is choice when you're conscious...

My choice is not to let you alone when you must to choose, smile or cry



Believe, there's no one created to be alone.

How much people in this world who ever feel alone?

Feel alone together?--such a paradox


Together
Trust
Hope
Pray
Contact
Communicate
Same feeling


The happiness from being needed...


With love,

-A human who just love somepeople with their beautiful hearts. Thanks.


Also thanks to:
XXXholic


#Sometime we just need someone who need us

Monday, September 20, 2010

Shopaholic Series by Sophie Kinsella

Hiii thereeee! I want you to know that this blog still exist... soooo in this month!
Jeng jeng jeeeeeeeeeeeeeng!
I come back!


I want to post about a good book to make you laugh.. this is it!
Enjoy!


Indonesian version: (it originaly from my note at facebook hehehe)


Pengakuan si Gila Belanja - Confessions of a Shopaholic 
WALO JUDULNYA SHOPAHOLIC TP G MLULU TNTANG BLANJA KOK.. W AJ YG G SUKA BLANJA BSA MUDENG.. N W HERAN SGITUNYAKAH ORG YG GILA BLANJA?

disini awal mula pertemuan becky sma luke!! n danny&george!!

Rebecca Bloomwood adalah seorang jurnalis. Pekerjaannya menulis artikel tentang cara mengatur keuangan. Ia menghabiskan waktu luangnya dengan... berbelanja.Terapi belanja adalah jawaban untuk semua masalahnya. Namun belakangan Becky dikejar-kejar surat-surat tagihan. Ia tahu ia harus berhenti, namun ia tidak bisa melakukannya. Ia mencoba mengurangi pengeluaran, mencoba memperbesar penghasilan, tapi tak ada yang berhasil. Satu-satunya penghiburan adalah membeli sesuatu... sesuatu untuk dirinya sendiri.Akhirnya sebuah kisah mengusik hatinya dan menggugah rasa tanggung jawabnya, dan artikelnya di halaman depan menggulirkan rangkaian kejadian yang akan mengubah hidupnya-selamanya.


About Me

My photo
South Tangerang, Banten, Indonesia
Do you know, how many stars in the sky? Do you know how many flowers in this universe? I don't know. But alone, or together they are awesome. I want to be like them.