Gelar bagi Abdi Dalem perempuan ditentukan berdasarkan kepangkatan (strata jabatan) serta asal-usul keturunannya (apakah ia rakyat biasa atau memiliki darah bangsawan). Di lingkungan keraton, Abdi Dalem perempuan tergabung dalam golongan yang disebut Keparak Putri. [1, 2, 3]
Sistem kepangkatan dan gelar resmi untuk non-darah dalem (rakyat biasa) di dua keraton utama adalah sebagai berikut:
Pada Keraton Surakarta, tingkatan gelar untuk Abdi Dalem perempuan diurutkan dari pangkat terendah hingga pangkat struktural tertinggi: [4, 5]
| Pangkat Struktural | Gelar Rakyat Biasa | Keterangan Singkat |
|---|---|---|
| Jajar | Nyi | Pangkat awal setelah lulus masa magang. |
| Lurah | Nyi Mas Lurah (Nyi.L) | Pangkat staf senior. |
| Mantri / Panewu | Nyi Ngabehi (Nyi Behi) | Pangkat menengah, mulai memimpin urusan kecil. |
| Bupati Anom | Nyi Mas Tumenggung (NyiMT.) | Pangkat tinggi, setara wakil bupati. |
| Bupati Sepuh | Kangjeng Mas Tumenggung (KMT.) | Pangkat elit dalam birokrasi keraton. |
| Bupati Riya Inggil | Kangjeng Mas Ayu Tumenggung (KMAT.) | Pangkat tertinggi reguler untuk perempuan. |
Catatan: Jika Abdi Dalem perempuan tersebut memiliki keturunan bangsawan (darah dalem), kata depan Nyi diganti menjadi Raden atau Raden Ayu. [6]
Di Keraton Yogyakarta, sistemnya hampir mirip namun menggunakan kata sandang nama yang sedikit berbeda. Pangkatnya dimulai dari Jajar, Bekel, Lurah, Penewu, Wedana, hingga tingkat Bupati. [6, 7, 8]
- Rakyat Biasa (Non-Bangsawan): Menggunakan nama sebutan depan Nyi Mas yang kemudian diikuti pangkat dan nama barunya.
- Contoh: Nyi Mas Lurah atau Nyi Mas Wedono.
- Keturunan Bangsawan: Menggunakan kata sandang depan Nyi Raden.
- Contoh: Nyi Raden Jajar atau Nyi Raden Wedono. [6]
Setiap perempuan yang resmi diwisuda menjadi Abdi Dalem akan mendapatkan Nama Paring Dalem (nama baru pemberian Raja/Sultan) yang mencerminkan tugas atau karakter pengabdiannya, sehingga mereka tidak lagi menggunakan nama KTP mereka saat bertugas di dalam keraton. [6, 9]
Apakah Anda ingin mengetahui persyaratan dan cara mendaftar menjadi Abdi Dalem perempuan di masa sekarang, atau ingin tahu lebih dalam mengenai tugas operasional sehari-hari kelompok Keparak Putri ini?
***
Itu dia kata temen/Bro gua bisa daftar pegawai sipil, ngajar, wirausaha, dll
Karena di kita jg PNS harus ada IPK minimal kan? Guru jg hrs ada syarat pendidikan minimal gtu skrg S1 katanya
Tapi kalau wirausaha bebas sih kalau wirausaha mah dr SD gua dan teman-temanku gak perlu syarat khusus scr administrasi, nah itu jadi bukan nama asli mereka
Sama aja kayak misalnya kita nyari Raden Ayu atau Raden Roro atau Kangjeng Mas Ayu tiba-tiba pas ke Jawa kalian nyariin "kita semua adalah itu", makanya nih kan kita lagi krisis ya banyak yg gak bisa kuliah karena uang masuk mahal, sebenernya semua org kuliah trs gak ambil jabatan fungsional birokratis itu lebih baik daripada rakyatnya gak ada yg bisa kuliah lalu gak ada yg bisa ngisi jabatan tersebut lho... Jadi kita maunya gimana? Bangsa budak? Bangsa terpelajar? Ya itu tergantung kalian-kalian jg aja sih yg dipikirkan perut aja apa gimana
Btw Ustadz Maulana tuh berarti nama adalah do'a bgt, masih saudara berarti ya sama lukisan-lukisan pahlawan yg di SD-SD itu?
Ya gitulah ya
Gua gak magang tapi gua KKN-P, itu kayak "magang" jadi kades dan perangkat desa gtu ya makasih ya Garut, gak deng canda itu seputar tani aja sih sbnrnya mah tp di berbagai posisi dicobain (kec pejabat korup)
Btw si siapa Bro yg gua maksud ini kalau dia bukan sarjana ilmu-ilmu keislaman ambilnya jd dia bisa jadi CEO pokoknya cari aja dah di INDEED loker C-position mereka begitu-begitu gelarnya dan itu banyak tergantung Chief apa, NAH ini nih yg biasanya org udh kerja setahun sekian tahun misal, ganjel gak bisa naik jabatan karena kuliahnya gtu, makanya kuliah tuh penting jg sbnrnya
Maksud, kalau magang itu kan kita diajarin bantu-bantu kerja 1-3 bulan misal, gak gua mah langsung kerja aja kerja
Mereka kayak Mojtaba jg nikahnya muda-muda, kalau gua kan nggak nikah jg alhamdulillah ya udh aja krn sayang, nikah alhamdulillah bgt sunnah soalnya, tp kalau di Iran itu lu harus jadi Ilmuwan Islam dlu at the first place gmn ya maksudnya jadi imam, pemimpin spiritual dulu sebelum kepala negara karena Supreme Leader ini ya memimpin urusan ukhrawi maupun duniawi jd yg kalau kayak Gusti Bhre kontroversial itu kan dia mualaf kan sedangkan lu hrs bisa ngimamin shalat tau kitab-kitab walaupun dibantu jg si untuk memecahkan segala problematika pribadi, kehidupan, kenegaraan kalau di Iran banyak yg nentang di sini jg sih sama Kakak tiri/sebapaknya gtu tp sesepuhnya lebih pro Gusti Bhre jd ya terjadilah tp ya gua mah bodo amat org emang bukan org Solo lagian skrg kalau di Surakarta udh gak ngurusin yg di luar istana gitu katanya, lagian barangkali dia hafal Kitab Sutasoma? Suka-suka aja itu kan takdir yang bisa dipilih ya sama orang Solo kalau mau jd gubernur, bupati, walikota, dll ya hrs lawan sesama warlok mau yg asli mau yg keturunan Arab/Nabi semua sama oh iya aslinya ni Sultan itu beda ya sama perangkat pemerintahan modern artinya kan strength, authority, dia bertanggungjawab jg sama Jin, Gajah, dll aslinya jd kalian-kalian yg takut gaib nih sudah auto tidak lolos untuk diajukan
...makanya kalau DPR bikin undang-undang santet itu riil itu problematika nyata kalau kerangka kenegaraan modern barat tidak mengakui tuyul, penyihir, dll tp gua pribadi mah ya kita hrs menyisakan tempat untuk ketidaktahuan kita jgn semua harus bisa dijelasin sains ilmu pengetahuan karena ilmu manusia itu terbatas apalagi gua muslim ya gua percaya yg gaib, yg halu apalagi
Jd misalnya kalian ketemu Bapak2 seperti Mojtaba trs nanya "Pak saya punya anak tiga tapi tas sekolahnya cuma satu itu gmn ya?" itu boleh bgt tuh
Kalau cuma ngomong doang ribut aja ribut, kalau gua mah kalau gak mau ribet gua kasih aja tas dua lagi, tapi kalau cuma ngasih nasehat Islami ya nggak papah jg intinya mah sebelum jadi kepala negara udh khatam dlu basic Islam tp di Islam itu aslinya ulama itu nggak dibedain lho ilmu Islam atau dunia jd ya ulama beneran itu pinter jg gak cuma Qur'an, Hadist, Fiqih, dll tp ya Kimia, Fisika, IT, dll kalau dia cuma hafal Al-Qur'an itu ya nggak alim ulama bgt mungkin iya alimuddin tp lebih ke muslim biasa aja tp pencari ilmu mungkin karena mencari ilmu itu lebih tinggi tingkatannya dr menghafal Al-Qur'an makanya aku dicari-cari sama yg di kegelapan karena ilmu adalah cahaya makanya gua menarik org bermasalah
Jd jenjang karirnya gini spiritual leader, supreme leader, gak bisa cuma karena lu anaknya Khamenei lsg supreme leader gak ada ikatan batin sama rakyat Iran, mereka gak akan dukung nurutin lu bantu lu scr setia, kek lu tau apa sama penderitaan rakyat? Kan kalau untuk jd spiritual leader dia ngajarin anak-anak dlu jd guru honorer, ngerasain ngerjain proyek dosen gak dibayar gak ada namanya mungkin, ngangkut semen, jualan telur burung unta may be, jaga pulau 11 12 lah sama Kiyai negara dalam negara kan gak ada tunduk sama negara Presiden sama institusi lain kalau bertentangan dengan Islam cuma ini Kyai PNS gtu
Indonesia gak ada Sultan ya karena spesifik negara Islam aja macem Aceh, kesultanan-kesultanan Sumatra Timur, Sultan bnrn, karena Indonesia negara kesatuan kalau ada yg bilang saya Sultan Indonesia jgn percaya, gak ada yg diurusin spesifik korupsi aja dinasti nurutin hawa nafsu keuntungan pribadi persetan kesejahteraan rakyat apalagi hewan orangutans
Btw itu WhatsApp gua @supremeleaderkanjengayu di dunia maya aja serius amat si
Barangkali sebelas dua belas sama Ki Joko Bodo atau Lord Rangga Sundaland
Ini semua gak usah diseriusin deh
Subhanallah feed aku balik lagi rame Saudi, Qatar, Suriah, Oman, dll Palestina nggak ada tapi masih "harga cabe di Palestina" gitu, ada gak sih cabe di Palestina?
No comments:
Post a Comment