Saturday, May 25, 2013

Kucing

Dulu gua benci bgt kucing. Penampilannya tuh arogan... tp semenjak di asrama bnyk kucing... akhir-akhir ini gua jd mikirin dia...

Kasian deh! Dari jauh aja udah diusir, semua kamar langsung nutup pintu... kadang dia manis bgt, kalo dimeong-meongin suka nyaut. Tapi kadang dia suka pipis sembarangan. Trs tipe kucing tuh beda-beda ada yang diusir langsung pergi, ada yang diem aja, malah ada yg nerobos gitu, numpang lewat atau apalah. Ya tapi tetep gua nggak pernah megang kucing, takut dicakar atau digigit.

Ada 1 kucing yang gua kasih nama, hitler... warnanya hitam-putih gitu, jd ada warna bulu pas di atas mulutnya corak item gtu deh... jd kaya kumis hitler hha. Dia bandel suka ngacak-ngacak tempat sampah, nggak pernah kenyang kayanya, tp dia kurus... lumayan bersih juga keliatannya, mungkin karena bulunya putih item. Jd gua nggak sebel-sebel banget.

Bentar lagi gua bakal pindah ke kontrakan... udah nggak asrama lagi, trs karena ada masa transisi dari angkatan gua ke angkatan bawah gua gtu... mungkin bakal ada libur dulu, trs nanti kucing-kucing asrama makannya gimana ya? Allah udah ngatur rejeki masing-masing makhluknya Lah. Pokoknya kalian yg sopan ya kalo nanti angkatan  dibawah aku udh nempatin asrama, kalo minta makanan ya makan yang dikasih. Kalo buang air di lapangan aja di rerumputan. Jangan ngeselin? oke?!

Wednesday, May 15, 2013

Lagi Bete

Nggak tau kenapa...
Feeling bilang si karena udah lama nggak baca... entah komik... novel... koran sekalipun... bahkan nonton tv jarang... rasanya otak teriak-teriak, minta di recharge. Pengen bgt dibuat wide open lah kalo kata gotye.

Rasanya isolated banget guaaaaa please.

Udah lama banget nggak ngerasain perpustakaan yang atmosfirnya udh nerima gua banget, yang reachable, yg judgeless... Gua nggak suka banget perpus yg dimana kalo masuk situ lu dianggap anak rajin. Geek bukan berarti nerd kan?

Nyadar nggak gua jarang ngepost akhir2 ini? Ya karena gua udah jarang baca... paling baca TL twitter atau news feed facebook. Yang nggak bener2 berasa baca.

I need holiday
Free time
Me time

I crave books
I crave news
I crave unformal knowledge

Ilmu yg didapet tdk disertai dengan beban... Ilmu yg bisa kita didapetin tanpa perlu dites di akhir pencarian ilmu itu.

asdfghjkl BAD MOOD

Saturday, April 27, 2013

Maaf saya bukan benci Anda


Maaf saya bukan benci Anda

Saya menjaga jarak agar nantinya tidak ada yang terluka

Maaf saya bukan ingin terlihat buruk rupa

Saya hanya berpakaian rapih tapi sopan, agar sebagai wanita, saya dilihat pribadinya bukan sekedar ditonton saja tubuhnya

Mengertikah Anda?

Begini saja...

Suatu hari nanti Anda juga akan punya seorang istri bukan? Apa Anda akan tenang bila penampilan istri Anda begitu 'mengundang' hingga semua mata pria tertuju padanya?

Anda tidak akan tenang saya yakin

Istri Anda pun tidak akan tenang

Pria yang memuja istri Anda juga tidak akan tenang, saya sangat yakin

Mengerti bukan? mengapa saya menjaga penampilan saya... Ya, agar dalam kasus ini tidak ada yang dirugikan...

Wednesday, April 17, 2013

Radio Kampus

Suatu hari gua tertarik dengan radio kampus di Indonesia... mood gua saat itu lagi bagus-bagusnya... dan setelah surfing ternyata ada banyak kampus yg radionya jalan...

Hari itu gua berasa orang kerja, tp ngerjain passion gua gtu... Gua cattetin deh radio kampus yang berhasil gua temuin... sayang sekali terbengkalai dan nggak sempet-sempet gua post...

Kali ini gua bakal ngepost twitter radio-radio kampus itu... Di post ini bakal gua sampein list twitter dari radio-radio kampus gitu silahkan dikepoin masing-masing :)

Saturday, April 13, 2013

Mengenai Sistem Pendidikan dan Kita

Setelah udah lumayan lama nggak nge-update blog, tolong dimaklumi post kali ini akan lumayan panjang... Ahaha.

So, here we go~

Akhir-akhir ini isu mengenai ada sesuatu yang salah dengan sistem pendidikan yang ada sekarang ini mulai terangkat. Berikut beberapa berita yang berhasil saya kumpulkan mengenai isu tersebut...


#1 Dari Deddy Corbuzier (Public Figure, Magician, Talk Show Host, etc.)

Penjelasan singkat:
Menurut Deddy, sekolah hanya mengarahkan murid untuk menjadi guru dalam artian guru ingin murid menjadi sepandai gurunya. Guru matematika ingin muridnya pintar matematika, begitu juga guru-guru yang lain. Apabila ada 12 mata pelajaran, maka siswa dituntut untuk menguasai semua mata pelajaran tersebut dengan baik, padahal tidak ada manusia yang sempurna. Lha wong gurunya juga hanya expert pada satu bidang studi saja, kok siswanya dituntut untuk menguasai semua. Apabila ada anak yang mempunyai nilai bagus di mapel kesenian sedangkan nilai matematikanya jelek maka banyak orang tua yang justru mengarahkan anaknya untuk les matematika dibanding les seni. Potensi yang dimiliki anak justru dimatikan hanya untuk mengejar mapel yang mungkin tidak disukai anak. Sebaiknya anak les seni sedangkan matematika dibantu hanya untuk mencapai nilai secukupnya.


#2 Dari Erica Goldson (Valedictorian: Orang yang menyampaikan pidato saat kelulusan dikarenakan ia mendapat prestasi terbaik)

Penjelasan Singkat:
Erica memang adalah siswi terpandai di sekolahnya. Ia memang selalu mendapatkan nilai terbaik dan seharusnya bisa bangga dengan dirinya saat mengucapkan pidato tersebut. Namun setelah direnungkan, ia mengakui bahwa dirinya tidaklah lebih pintar dari teman-temannya.

Selama ini Erica hanya menjalankan apa yang diperintahkan padanya. PR, ulangan, dan aturan sekolah. Ia hanya mengikuti aturan tersebut begitu saja agar ia terhindar dari hukuman, tidak lulus dan formalitas lainnya. Kenyataan ini mungkin menunjukkan betapa rajin dan tertibnya Erica. Setelah ini ia akan lulus, mendapatkan ijazah dan siap bekerja.

Namun Erica adalah seorang manusia yang berpikir dan mencari pengalaman hidup, bukan pekerja. Dalam pidatonya, ia tampak menyesali karena semasa sekolah ia merasa tidak 'hidup'. (Selengkapnya: http://www.vemale.com/inspiring/lentera/21461-apakah-anda-belajar-untuk-lulus-atau-belajar-untuk-kehidupan.html)


#3 Dari Kelley.Katzenmeyer@gmail.com (pembuat film dokumenter koreanhighschool)

Penjelasan singkat:
Dalam enam puluh tahun yang singkat, Korea Selatan berubah dari salah satu negara termiskin di Asia menjadi negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar ke-13 di dunia. Beberapa pelajar Korea diantaranya memiliki skor test tertinggi di dunia, dan tingkat penerimaan yang tinggi untuk memasuki American Ivy Leagues dibandingkan dengan pelajar dari negara asing lainnya. Namun, Korea juga memimpin dunia dalam dua cara-yang tidak begitu menakjubkan tingkat tertinggi operasi plastik per kapita, dan tingkat bunuh diri yang lebih tinggi daripada negara-negara maju lainnya.

Jadi... Seperti apa kehidupan para pelajar Korea? Dalam salah satu masyarakat yang paling kompetitif di dunia, bagaimana seseorang menemukan tempat mereka? Apa yang dibutuhkan untuk mencapai aspirasi dan gol mereka? Film dokumenter kami akan memperlihatkan kehidupan lima pelajar korea diambang keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai mimpi mereka. Film ini akan mengikuti pelajar-pelajar tersebut dalam masa-masa paling stress dalam hidup mereka- tahun terakhir sekolah menengah mereka. Setelah belajar selama sekitar enam belas jam setiap hari, masa depan mereka melebur menjadi satu ujian terakhir. On November 10th, 2011, thousands of high school seniors will take a nine hour test that for many, will determine their economic and social status for the rest of their lives.

(Kondisinya nggak beda jauh sama kondisi di sini kan? pertumbuhan ekonomi negara kita juga iwaw lhoh, di sini kita juga pake penentuan dengan nilai UN doang untuk hari kelulusan lhoh tercetak abadi di ijazah sampai akhir hayat, skor test dan tingkat penerimaan di sekolah-sekolah luar negeri kita juga lumayan tinggi lhoh, lamanya jam sekolah kita dari subuh sampe hampir maghrib lhoh nggak kalah ngeri, dan kalo di Indonesia tanpa libur musim panas dan dingin pula kaya mereka.. tapi di Indonesia ada libur puasa dan lebaran si.. Tapi tetep aja tjoooy!!! Bisa kalee bikin film dokumenter di sini juga---ga ada yang minat ya? yaudah lah)

*edit skrg 2017 UN udh gak jd syarat kelulusan dan ada UN perbaikan segala

#4 Dari Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

(lebih lanjut: https://indonesiamengajar.org/kabar-terbaru/pendidikan-sebenarnya)

Sunday, March 10, 2013

Dear Mom


Dear Mom,

I live good here. Your daughter is healthy but still clumsy. hhe. I live so well here, I have so many new friends don't worry, they're so kind and funny, I just didn't capture it so much. I don't have camera nor a good internet connection to share it anyway.

Mom... Sometimes, I'm too tired, lazy, sleepy but since today I succeded to collect all of my tasks anyway. Your daughter do what she have to do it's more than just awesome hha. I'm hungry, I miss your dishes.

Mom... how can I be so tired?

Mom... I hate to be weak

Mom... can you still remembering me to do the pray?

Mom... can someone hate everybody at a time?

Mom... can someone be so burdensome to a person who usually being the burdensome one?

Well mom.... wie geht's? I hope you're also healthy cause I'm not gonna massage you when you're tired, distance is a kind of problem sometimes hhe.

I always pray for you, and I know you too..

See you,
Amel

Wednesday, February 6, 2013

Masalah Internetan

Sebenernya saya juga kurang ngerti yang error gadget saya atau koneksi internetnya... intinya kalo buat download dan liat-liat (surfing) masih baik dan cukup tangguh lah hehehe. Walau tetep aja kadang-kadang suka aneh. Tapi yang utama itu buat komen... whatsapp... upload foto! (tumblr, facebook, gmail, instagram dll) dan bahkan pas mau bikin new post di blog ini aja suka ada gangguan.

Nggak enak deh. Jadi ya sudahlah tertanda hari ini saya akan meminimalisir kegiatan mengakses dunia maya saya. Jadi (lagi) mohon maaf kalo respon saya rada-rada lama ya... (contoh: lama bales tweet).

Terimakasih atas pengertiannya. Wassalam.
See you in the real world :p

About Me

My photo
South Tangerang, Banten, Indonesia
Do you know, how many stars in the sky? Do you know how many flowers in this universe? I don't know. But alone, or together they are awesome. I want to be like them.